Buanglah Sampah pada Tempatnya!
Seruan di atas sering kita lihat
pada poster, papan-papan di taman, kantor, sekolah, bahkan hampir di setiap
tempat. Namun, di balik semua ini, berapa besar sebenarnya orang-orang peduli
terhadap seruan tersebut? Apakah mereka sudah melakukan dengan benar membuang
sampah pada tempatnya?
Mungkin
maksud mereka “Membuang Sampah pada Tempatnya” itu adalah membuang sampah di
selokan, di jalanan, di bawah laci, di laut atau di sungai. Ini jelas keliru. Pembuangan
sampah yang tidak terkontrol, merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme
dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat
menimbulkan penyakit. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk
lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat seperti bau yang tidak
sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
Entah mereka
tidak tahu atau mereka pura-pura tidak tahu akibat yang ditimbulkan karena
membuang sampah sembarangan. Meskipun itu tidak berpengaruh besar dalam terjadinya
suatu bencana alam. Misalnya, saya sering melihat orang membuang sampah puntung
rokok, bungkus permen, bahkan bungkus snack secara sembarangan. Walaupun
sampah yang mereka buang hanyalah sampah kecil tapi itu sangat mengurangi nilai
estetika. Coba kita bandingkan dengan di Singapura, disana bisa diacungkan
jempol untuk nilai kebersihan lingkungannya. Mengapa kita tidak bisa mencontoh
dalam hal kebersihannya? Mungkin ada dua hal yang mempengaruhinya, pertama karena
peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Singapura sangatlah tegas dan sanksinya
tidak main-main sehingga masyarakatnya taat terhadap peraturan dan takut untuk
membuang sampah sembarangan. Dan yang kedua adalah mungkin karena masyarakat di
sana mudah diatur oleh pemerintah dan memiliki kesadaran akan pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan. Sedangkan kita dari hal kecil membuang sampah
pada tempatnya seperti itu saja tidak mampu. Apakah sampai seberat itu sehingga
kita membuang sampah sembarangan seenaknya saja? Dan kita tidak mempedulikan
kebersihan disekitar kita? Menurut saya bila perlu sebaiknya kita mencontoh
peraturan-peraturan yang ada disana mengenai kebersihan atau menjaga
lingkungan.
Begitu sulit
untuk menjadikan budaya membuang sampah pada tempatnya dan betapa sering kita prihatin
akan dampak yang kita peroleh. Perilaku membuang sampah
sembarangan seolah tidak mengenal tingkat pendidikan maupun status sosial.
Mengingat
banyak dampak negatif dari membuang sampah sembarangan. Baik itu banjir,
pembawa sumber penyakit, atau hilangnya air bersih akibat timbunan sampah di
sungai. Kita harus merubah hal luar
biasa ini dengan cara yang luar biasa pula. Dimulai dengan penambahan sarana
kebnersihan dengan penambahan tempat sampah di tempat-tempat yang strategis.
Pendidikan sejak usia dini, karena akan lebih mudah untuk membentuk karakter
cinta lingkungan. Penyuluhan akan pentingnya menjaga kebersihan, disertai
dampak negatif yang dihasilkan karena membuang sampah sembarangan.sampai dengan
penetapan sanksi walaupun hal ini kita rasa berat namun hal ini penting untuk
dilaksanakan untuk kebaikan kita bersama.
Dan, seruan “Buanglah Sampah Pada
Tempatnya” tidak seharusnya hanya ramai di gedung-gedung sekolah atau tertera
di tong-tong sampah atau di beberapa sudut di tempat umum. Seruan ini harus
menjadi iklan harian yang selalu terdengar oleh siapa saja, sehingga bisa
menimbulkan satu kesadaran.Jika mereka yang ada di Jepang, Singapura, Kanada, Selandia Baru, atau kota-kota lain bisa menjaga budaya kebersihan lingkungan mereka, kenapa kita di Indonesia tidak? Pastinya kita juga mampu untuk melakukannya. Hanya yang kita butuhkan adalah satu kesadaran, “Buanglah Sampah Pada Tempatnya”.


