Kamis, 14 Maret 2013

Budaya Membuang Sampah



Buanglah Sampah pada Tempatnya!
Seruan di atas sering kita lihat pada poster, papan-papan di taman, kantor, sekolah, bahkan hampir di setiap tempat. Namun, di balik semua ini, berapa besar sebenarnya orang-orang peduli terhadap seruan tersebut? Apakah mereka sudah melakukan dengan benar membuang sampah pada tempatnya?
Mungkin maksud mereka “Membuang Sampah pada Tempatnya” itu adalah membuang sampah di selokan, di jalanan, di bawah laci, di laut atau di sungai. Ini jelas keliru. Pembuangan sampah yang tidak terkontrol, merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat seperti bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
Entah mereka tidak tahu atau mereka pura-pura tidak tahu akibat yang ditimbulkan karena membuang sampah sembarangan. Meskipun itu tidak berpengaruh besar dalam terjadinya suatu bencana alam. Misalnya, saya sering melihat orang membuang sampah puntung rokok, bungkus permen,  bahkan bungkus snack secara sembarangan. Walaupun sampah yang mereka buang hanyalah sampah kecil tapi itu sangat mengurangi nilai estetika. Coba kita bandingkan dengan di Singapura, disana bisa diacungkan jempol untuk nilai kebersihan lingkungannya. Mengapa kita tidak bisa mencontoh dalam hal kebersihannya? Mungkin ada dua hal yang mempengaruhinya, pertama karena peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Singapura sangatlah tegas dan sanksinya tidak main-main sehingga masyarakatnya taat terhadap peraturan dan takut untuk membuang sampah sembarangan. Dan yang kedua adalah mungkin karena masyarakat di sana mudah diatur oleh pemerintah dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sedangkan kita dari hal kecil membuang sampah pada tempatnya seperti itu saja tidak mampu. Apakah sampai seberat itu sehingga kita membuang sampah sembarangan seenaknya saja? Dan kita tidak mempedulikan kebersihan disekitar kita? Menurut saya bila perlu sebaiknya kita mencontoh peraturan-peraturan yang ada disana mengenai kebersihan atau menjaga lingkungan.
Begitu sulit untuk menjadikan budaya membuang sampah pada tempatnya dan betapa sering kita prihatin akan dampak yang kita peroleh. Perilaku membuang sampah sembarangan seolah tidak mengenal tingkat pendidikan maupun status sosial.
Mengingat banyak dampak negatif dari membuang sampah sembarangan. Baik itu banjir, pembawa sumber penyakit, atau hilangnya air bersih akibat timbunan sampah di sungai.  Kita harus merubah hal luar biasa ini dengan cara yang luar biasa pula. Dimulai dengan penambahan sarana kebnersihan dengan penambahan tempat sampah di tempat-tempat yang strategis. Pendidikan sejak usia dini, karena akan lebih mudah untuk membentuk karakter cinta lingkungan. Penyuluhan akan pentingnya menjaga kebersihan, disertai dampak negatif yang dihasilkan karena membuang sampah sembarangan.sampai dengan penetapan sanksi walaupun hal ini kita rasa berat namun hal ini penting untuk dilaksanakan untuk kebaikan kita bersama.
Dan, seruan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” tidak seharusnya hanya ramai di gedung-gedung sekolah atau tertera di tong-tong sampah atau di beberapa sudut di tempat umum. Seruan ini harus menjadi iklan harian yang selalu terdengar oleh siapa saja, sehingga bisa menimbulkan satu kesadaran.
Jika mereka yang ada di Jepang, Singapura, Kanada, Selandia Baru, atau kota-kota lain bisa menjaga budaya kebersihan lingkungan mereka, kenapa kita di Indonesia tidak? Pastinya kita juga mampu untuk melakukannya. Hanya yang kita butuhkan adalah satu kesadaran, “Buanglah Sampah Pada Tempatnya”.

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes